Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

Pesan Untuk Shofia

Pesan Untuk Shofia

9 Juli 2015

Dia malaikat kecil yang dirindukan
Harum menyerbak kala sinarnya menembus surgawi
Letih lesuh lunglai
Sirna, iya sirna tersapu senyum lembut
Lantunan syair terdengar
Seiring datangnya mendekat
Dentuman jantung tak teratur
Bak tabuhan genderang perang

Cinta
Cinta, cinta, cinta
Iya, mungkin itu yang terselip
Tertanam di taman hati
Tertata indah
Menyejukkan mata

Meski sukar kupahami dengan hati yang jernih
Tapi ku tahu
Aku sedang jatuh cinta
Dengan wanita bernama Shofia
Lukisan indah
Hasil goresan Ilahi

Eogis dan idealis
Sulit membedakan keduanya
Aku ingin dia membalas
Tebar bibit cinta yang ku sebar
Perasaan itu aku
Aku adalah perasaan
Perasaan yang kaku

Keriput didahiku
Gejolak dihatiku
Debur ombak
Tarian angin dan hujan
Nyanyian petir dan badai
Bersatu bagai rujak dengan buah busuk

Mimpi-mimpiku terbalut debu usang
Seolah tak mungkin shofia melekat
Pesona diri selalu ku tebar
Memikatnya tanpa bisa dia tolak

Dua tahun
Waktu yang cukup menata pondasi
Yakinkan diri
Mantapkan hati
Dialah yang ku idam

Adam dan hawa contoh mutlak
Ikuti jejak langkah meteora
Kepala tetap tegak
Meski misteri cinta tanpa ciri

Tuhan, tolong sampaikan salamku
Salam tulus padanya
Menata cinta atas kehendak-Mu, Tuhan
Menjalankan Sunnah-Mu, Tuhan

Lantunan Doa dan harapan
Selalu tertuju kepadamu-Mu, Tuhan
Harapan menjadikan tali kasih
Antara aku dan shofia
Layangkan pesanku padanya Tuhan
Satu harapanku 

By : DW






Selasa, 07 Juli 2015

Angan-angan

Sosok Ayah

Malang, 7 Juli 2015

Ku ingat kala kau campakanku
Kau hujad, caci dan maki
Ku masih ingat kala kau memukulku
Ku masih ingat kala kau tak mengakuiku
Ku tak ingat kala kau tersenyum padaku
Ku tak ingat kala kau panggil namaku
Kau campakkan aku dan ibuku
Dan kau anggap kami segumpal darah busuk

Ayah, mengapa kau tak seperti yang seharusnya
Mengapa kau tak selayaknya seorang ayah
Seakan kau tak pernah terlahir
Kau tak izinkan aku merenggut kasih sayangmu
Kau beri aku penyesalan dan kekecewaan
Tak sekelumit bahagia yang kau suguhkan
Tak secuwil halwa kehidupan yang kau hidangkan
Tak sejumput surgaloka kau sajikan

Gumpalan abu-abu langit selalu menghantuiku
Seakan sang surya mati suri
Sinarnya tak menerangi langkah pincangku

Terkadang terbersit rasa tak ingin terlahir dari benihmu
Tapi bagaimana caranya
Memutar kembali waktu
Itu sangat tak mungkin

Ku lalui teriknya kehidapan
Sepanjang cobaan
Sepanjang jalan
Sepanjang rintangan
Menindih kepala menyesakkan dada
Lelehan embun yang selalu tergenang
Takkan pernah kerontang kering walau kemarau sekalipun
Gambaran derita yang tak pernah surut

Iri dan meri selalu hinggap dalam lantunan keluhku
Tak seperti mayoritas karibku
Membanggakan sosok pahlawan hidupnya

Sakit batin dan ragawi yang ku rasa kini
Kalau itu ujian-Mu Tuhan kan kujalani
Layangkanlah salam-Mu Tuhan
Dengan apa ku akhiri derita ini

Mungkin sudah tak ada kasih sayang
Mungkin sudah tak ada lagi belas kasih
Tak ada lagi hingar binar cinta
Lenyap lecap luluh lucut
larut bak garam beradu dalam air

Tuhan, lantunan Doa selalu kupanjatkan untuknya
Membuatnya ingat dan kembali
Meriwayatkan kehidupan bersama
Mengais asa masa depan
Melukis langit dengan tinta surgawi
Sudahkan didengar ayahku


By :DW

Frustasi

Frustasi



Kala logika tersumbat pembalut wanita
Pelita hanya sekelebat jadikan kelut dan gelita
Nalar butek tak lagi bening
Dian rana tak lagi menghabrur
Langit di ubun-ubun
Bumi melesak ke leher
Tenggorokan tersumbat kerakal
Dan . . .
Tak ada lagi rintik hujan
Halilintar petir melarikan diri
Ditelan Isrofil matahari
Mendobrak pintu neraka iblis syetan
“Teruskan! Teruskan! Teruskan!”
Zabania melecutkan cambuknya
Tuhan dipersalahkan
Mengapa? Mengapa? Mengapa?
Tuhan dicaci maki
Kau tak adil . . . tak adil . . . tak adil
“ Kalau kau tak mau mensyukuri atas nikmat-nikmat-Ku, carilah Tuhan selain Aku
dan jangan menempat di kolong langit-Ku dan di atas bumi-Ku.”
Terkulai lunglai mengelai
Batu gunung hancur
Bakteri virus membatu mumur
Air mengucur
Menyesak dada
Berdentum hati
Astagfirullahal adzim
Mata hati menganga
Astagfirullahal adzim
Tersungkur cium tanah
Astagfirullahal adzim

Senin, 06 Juli 2015

S E L F Y

S E L F Y
Malang, Jun 2 2015
Raut muka dicantik-cantik
Katanya biar estetis dan fotogenik
Berpose bak artis
Katanya biar artistik dan eksotis
Bibir dibolak-balik erotik
Katanya biar eksis di publik
Wajah butek dibuat imut
Agar orang menjadi kepincut
Wajah cantik diotak-atik
Agar orang simpatik dan tertarik
Aku kadang malu melihatnya
Yang punya muka kok malah gak tahu malu
Sok cantik sok ganteng sok imut sok cute
Sahabat, tidakkah kau mau berkaca diri
Sahabat. tidakkah kau mau introspeksi
Secantik apapun fotomu, mata melihat yang nyata
Secantik apapun fotomu, yang nyata adalah nyata
Mata dan nyata adalah nyata-nyata ada
Nyata-nyata ada itu adalah fakta
Faktanya ialah dirimu tidaklah secantik potretmu
Durian merah rasa jamu
Narsis
Jangan overdosis
Bisa-bisa kau psikosis
Bangun dari mimpi
Nyata itu tak sepahit jampi
Sahabat, tahukah kau selfy itu bisa membunuhmu
Keinginanmu agar dianggap cantik fogenik artistik eksotis dan eksis di publik
menjadikan buaya kepincut simpatik dan tertarik
Sahabat jangan sekali-kali kau selfy di bibir, itu pun bisa membunuhmu
di bibir kawah bibir jurang bibir pantai, apalagi bibir istri atau suami orang
Itu bumerang